PopNovel

Baca Buku di PopNovel

My Husband CEO

My Husband CEO

Penulis:Joy26

Berlangsung

Pengantar
Ayu adalah seorang gadis muda yang bekerja di salah satu perusahaan besar sebagai seorang cleaning servis, dipertemukan dengan keadaan yang sulit dimengerti oleh akal sehat manusia. Ayu yang pada saat itu sedang membersihkan ruangan Presdir, tiba-tiba di ajak oleh seorang laki-laki untuk menuju ke altar melangsungkan pernikahan.
Buka▼
Bab

“Kamu dari mana saja.”

“Maaf bu, tadi saya ketinggalan kendaraan umum.”

“Alasan saja kamu, kamu ini hanya OB sadar diri dong, kamu membuat karyawan yang lainnya menunggu.”

Perempuan berusia 20 tahun itu hanya bisa menunduk takut dan gugup mendengar amukan dari karyawan yang lebih berpangkat dan senior darinya. “Maaf bu.”

“Maaf, makan itu maaf kamu, saya tidak membutuhkan maaf kamu, gara-gara kamu teman divisi saya bisa dalam masalah besar.”

“Maaf sekali lagi Bu, saya tidak akan mengulanginya lagi.”

“Sana kamu pergi sekarang, beli kopi untuk Tim saya, jangan karena seribu alasan kamu, tim saya dalam masalah besar karena harus berhadapan dengan Presdir perusahaan ini.”

Wanita kurus setengah tahun itu langsung menaruh beberapa lembar uang ke atas meja dengan di pukulkan dengan lumayan keras. Membuat Ayu hanya bisa mendesah gelisah, dan langsung berlari keluar dari gedung pencakar tersebut.

Tiga bulan Ayu bekerja di sana sebagai cleaning servis, dirinya sering kali mendapatkan amukan dari karyawan yang lebih senior atau pangkatnya lebih tinggi dari dirinya. Namun Ayu hanya bisa bersabar karena dirinya hannyalah lulusan menengah atas yang tidak mungkin bekerja di sebuah perusahaan selain sebagai OB.

Hari ini menjadi hari paling tersibuk bagi Ayu karena Presdir utama Carson, baru saja datang dari luar kota mengecek perusahaan yang di tempati oleh Ayu bekerja.

Ayu harus bolak-balik membeli barang yang di suruhkan olehnya.

Membeli sebuah kopi di salah satu kafe paling dekat dengan perusahaan, Ayu langsung berlari kembali ke dalam perusahaan setelah pesanan kopinya sudah siap, dengan berlari Ayu membawanya kembali ke dalam perusahaan dengan menenteng dua buah keranjang di tangan mungilnya.

Lantai perusahaan bahkan mencapai 28 tingkat, dan itu semua adalah perusahaan milik Carson corp yang terbagi ke dalam beberapa divisi dan bagian. Tempat Ayu bekerja adalah kantor pusat Carson corp yang khusus menangani di bidang pariwisata.

Carson corp adalah perusahaan yang bekerja di dua bidang sekaligus, pariwisata dan pertambangan.

“Ya tuhan.. apa yang harus aku lakukan.” Ucap Ayu dari luar ruangan, dan sepertinya rapat sedang mulai.

Terdengar sebuah kekehan singkat dari seseorang yang sedang mengepel di sudut ruangan. “Kau akan mendapatkan masalah besar sepertinya.”

“Jadi apa yang harus aku perbuat?”

“Sebaiknya kamu bawa saja kopi itu masuk ke dalam, dari pada nanti kamu akan semakin mendapatkan amukan jika tidak membawa kopi itu ke dalam dan kamu akan dalam masalah besar.”

Dengan menarik nafasnya panjang, Ayu langsung mengetuk pintu dengan pelan dan langsung masuk ke dalam ruangan rapat yang berisi para orang berpendidikan. Dengan menunduk takut, Ayu membagikan mereka satu persatu kopi ke hadapan mereka takut-takut akan mendapatkan tatapan tajam dari atasannya.

Hingga pada saat Ayu sampai di meja terakhir, dan ingin menaruhnya ke atas meja, orang tersebut langsung menolaknya dengan memberikan kode lewat tangannya, sehingga membuat Ayu langsung mengambil kopi tersebut kembali.

“Air putih saja.”

“Ba baik tuan.”

Dengan langkah kecilnya, Ayu langsung mengambil segelas air putih yang sudah tersedia di sudut ruangan rapat.

Pikiran Ayu sudah tidak pernah lepas dari pria tadi, yang Ayu begitu yakini adalah Presdir perusahaan. Bagaimana tidak dirinya yang begitu berwibawa sangat terlihat jelas dari gayanya duduk, bahkan wajah tampannya yang memiliki unsur kebule-bulean membuatnya terlihat memesona. Dengan dadanya yang bidang di balut dengan kemeja dan jas yang semakin membuat penampilannya seperti seorang malaikat tampan.

“Lumayan buat cuci mata.” Guman Ayu dalam hatinya.

Sampai pada saat Ayu menaruh segelas air ke hadapan Presdir.

“Kamu pikir saya siapa? Memberikan saya gelas plastik seperti ini, lain waktu jika mengagumi ketampanan saya, tetap fokus pada pekerjaan Anda.”

Jesika langsung menutup matanya rapat dan menelan salivanya dengan kasar dan bergumam di dalam hatinya tanpa bersuara. “Sombong dan arogan sekali.”

*

Lama gadis kecil itu hanya menunduk sambil mendengarkan amarah yang begitu besar dari atasannya, Ayu hanya bisa pasrah tanpa bisa melawan ataupun membantah.

Setelah di marahi dengan di selingi makian, Ayu kembali ke belakang perusahaan untuk mengambil alat kebersihan.

“Ayu!”

“Ya ada apa?” Ayu menengok ke belakang melihat teman sebayanya sebagai OB namun dirinya lebih tua dan bahkan lebih senior dari dirinya.

“Bersihkan lantai 28.”

“Itu bukannya lantai paling atas? Tempat Presdir, kenapa harus saya bu?”

“Apa? Kamu mau membantah dan melawan saya.”

Ayu menggelengkan kepalanya dengan cepat, lalu langsung mengangkat alat pembersihannya dan membawanya ke arah lift khusus para pembersih yang ukurannya lebih sempit yang berada di ruangan belakang.

Sesampainya Ayu di lantai 28, dirinya langsung tercengang melihat ruangannya yang terlihat begitu bersih dan rapi seakan ada tenaga profesional yang membersihkannya hingga begitu mengkilap dan bahkan bisa digunakan untuk berkaca, Ayu sampai berpikir apa gunanya dirinya di panggil ke lantai ini.

Bahkan sepanjang lorong hanya ada kesunyian dan hampa. Berbeda begitu jauh dengan lantai yang lainnya yang memiliki kebisingan.

Setelah melangkah menyusuri lorong, akhirnya Ayu menemukan seorang perempuan muda yang sedang berada di depan ruangan yang ayu yakini itu adalah ruangan milik Presdir yang Ayu akan tuju.

“Permisi Bu, saya di perintahkan ke sini untuk.-“

“Sebaiknya kamu masuk sekarang, tuan Carson sudah menunggukamu di dalam.”

“Terima kasih.”

“Stop.”

“Ya ada apa Bu?” Tanya Ayu membalikkan tubuhnya lagi.

“Tinggalkan alat pembersih kamu itu.” Perintahnya.

“Memangnya kenapa Bu, bukannya saya disuruh untuk membersihkan ruangan tuan?”

Namun sekretaris muda dan cantik tersebut langsung menatap tajam ke arah Ayu. Dengan segera Ayu langsung meninggalkannya di sebuah pinggir ruangan dan berjalan ke arah pintu masuk ruangan Presdir .